Aku disembuhkan Yesus Kristus

Shalom,

DSC00002

Nama:  Samuel Sendy Sosilo,

Menjadi hamba Tuhan karena anugerah Tuhan. Sebelum percaya Yesus Kristus saya pemeluk agama Khong Hu Chu, agama keturunan dari orang tua. Tuhan jamah hidup saya tahun 1993, saat itu istri saya sudah terlebih dahulu percaya tapi belum dibaptis selam.

Pada tahun 1991 saya terkena sakit urat kejepit…maaf…di pantat sebelah kanan. Sakitnya luar biasa sampai untuk berjalanpun tidak bisa, saya sudah putus asa dan ingin segera dioperasi saja karena rasa sakit yang tidak tertahankan. Waktu itu saya punya rencana opersai di Singapore ternyata Tuhan memberi jalan keluar dengan dipertemukannya hamba Tuhan yang bisa urut urat kejepit..singkat cerita saya diurut sebanyak 7 kali, puji Tuhan langsung sembuh sampai detik ini saya tidak pernah rasakan kesakitan yang amat sangat lagi. (sebab kalau tidak segera diobati bisa stroke, karena kaki kanan sudah mulai terasa semutan).Mengerikan!!! Disitulah saya mulai percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah penolong, Allah yang menyembuhkan sakit saya. Karena dewa-dewa yang saya sembah tidak dapat menyembuhkan saya. Sebelum saya dipertemukan dengan tukang urut saya bernazar…kalau saya disembuhkan maka saya akan ikut Yesus Kristus dan melayani sepenuh hati. Yesus Kristus memang luar biasa, Dia berikan apa yang kami perlukan yaitu kesembuhan total, sejak saat itu sampai sekarang saya tetap setia melayani Dia..Akhirnya saya dan istri dibaptis selam bersama pada tahun 1994 di GBI Petamburan-Slipi Jakarta.

Tahun 2000 saya (36 thn) ditahbiskan jadi Pendeta Pembantu, tahun 2004 saya (40 thn) ambil keputusan untuk full time sambil kuliah di Seminari Bethel Petamburan sampai selesai.

Sejak Februari 2011 saya coba untuk merintis di Aceh dan istri bekerja penuh waktu di sekretariat GBI Citra 1 sampai sekarang.

Demikian riwayat pertobatan saya dari mulai disembuhkan Tuhan sampai saya menyerahkan hidup dan hati sepenuh waktu untuk melayani Tuhan.

Jangan pernah menyerah menghadapi segala penyakit yang kita derita, seakan-akan dalam pikiran sempit kita penyakit yang kita alami tidak akan pernah sembuh. Ingat apa yang mustahil bagi kita, tidak ada yang mustahil bagi Dia, berharap dan berseru pada-Nya, Tuhan Yesus Kristus mendengar seruan anak-anak-Nya dan jangan lupa “tetap kerjakan” apa yang diperintahkan-Nya kepada kita…Amin

9 people like this post.

October 18, 2009   Posted in: Kesaksian